A Muttaqin
Berita Tulungagung - Lompatan teknologi berpengaruh langsung terhadap gaya hidup dan kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. Inovasi kode respons cepat atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi pilihan untuk bertransaksi secara aman dan mudah.
Manajer Cactus Cafe Tulungagung, Atikoh, mengatakan kebiasaan masyarakat memanfaatkan QRIS terus tumbuh sering dengan masifnya transaksi keuangan digital. Konsumen muda kini banyak yang memanfaatkan pembayaran secara digital karena dinilai lebih efisien.
"Kalau dibandingkan saat awal buka dengan sekarang ya jauh perbedaannya. Dulu kurang dari 10 persen, saat ini meningkat menjadi 32,56 persen," kata Atikoh, Jumat (16/10/2026).
Diakui transaksi keuangan secara konvensional masih mendominasi dengan 67,44 persen. Namun, ia yakin komposisi tersebut terus mengalami perubahan.
"Kalau melihat tren yang ada, konsumen itu banyak yang bergeser ke transaksi digital. Ini terbukti dari catatan transaksi kami," ujarnya.
Atik, menjelaskan keberadaan QRIS cukup bermanfaat bagi pelaku UMKM karena setiap transaksi langsung masuk ke rekening dan tercatat dalam sistem. Tidak hanya itu, pelaku UMKM juga bisa mengurangi jumlah penyediaan uang receh untuk kembalian.
"Yang paling penting, QRIS itu bisa dimanfaatkan oleh seluruh jasa perbankan dan dompet digital. Transaksinya juga gratis," imbuhnya.
Diakui transaksi keuangan digital saat ini masih didominasi oleh anak muda. Sementara itu untuk orang dewasa porsinya lebih sedikit.
"Ya tentu kaitannya dengan kebiasaan dalam mengakses teknologi," imbuhnya.
Sementara itu salah seorang warga konsumen Anggi (31), mengatakan untuk kebutuhan belanja dan gaya hidup lebih banyak memanfaatkan transaksi digital.
"Karena lebih simpel dna efisien, di sisi lain kalau pakai QRIS bisa mengurangi potensi penyebaran uang palsu," kata Anggi.
Menurutnya saat ini layanan QRIS mudah didapatkan di berbagai tempat, mulai pusat perbelanjaan, warung, kafe, pedagang kali lima hingga layanan perjalanan.
"Sekarang saya itu lenih baik ketinggalan dompet dari pada ketinggalan HP. Semua sudah serba digital," ujarnya.
Berbeda dengan Anggi, Saiful (52) belum terbiasa memanfaatkan keuangan digital. Proses transaksi perbelanjaan masih banyak memanfaatkan sistem konvensional.
"Kalau anak muda mungkin mudah, tapi bagi kami agak sulit, masih lenih enak uang tunai," kata Saiful.
Pria asal Tanggunggunung ini mengaku masih ragu dalam mengunakan transaksi digital. Ia khawatir akan tertipu karena sekarang marak penipuan online maupun lewat telepon.
"Apalagi sistem penipuannya semakin canggih. Sebetulnya di HP ada mobile banking, tapi jarang saya pakai. Kalau saya lebih memilih lewat ATM," imbuhnya.
Layanan QRIS CIMB Niaga Tumbuh Pesat
Lompatan teknologi keuangan digital menjadi ruang adaptasi yang dilakukan secara masif oleh CIMB Niaga. Hasilnya produk layanan digital berbasis aplikasi OCTO kini menunjukkan tren positif.
Head of Marketing, Brand & Customers Experience CIMB Niaga, Amir Widjaya melalui siaran pers yang diterima Berita Tulungagung, mengatakan pad semester I 2026 jumlah transaksi QRIS melalui OCTO melonjak 65 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu atau YoY (Year on Year).
"Sementara pembukaan rekening pertama melalui OCTO tumbuh 89 persen YoY. Selain itu, transaksi reksa dana meningkat 48 persen YoY dan transaksi obligasi naik 112 persen YoY," kata Amir.
Pertumbuhan positif tersebut merupakan bukti tingginya minat nasabah terhadap layanan keuangan digital. CIMB Niaga mengaku akan terus menggenjot pertumbuhan keuangan digital melalui program-program strategis.


