Headline News

Industri Kosmetik Lokal Menggeliat, Mash Moshem Indonesia Dorong Lahirnya Beautypreneur Baru dari Daerah

Tulungagung - Pasar kecantikan dan kosmetik nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat pesat. Berdasarkan data industri, nilai ...

Kabar Anyar

Industri Kosmetik Lokal Menggeliat, Mash Moshem Indonesia Dorong Lahirnya Beautypreneur Baru dari Daerah


Tulungagung - Pasar kecantikan dan kosmetik nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat pesat. Berdasarkan data industri, nilai pasar kecantikan Indonesia melesat tajam dari USD 6,8 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 8,1 miliar pada 2024, dan diproyeksikan terus menanjak hingga menembus USD 10,8 miliar lebih pada tahun 2026.

Melihat peluang besar tersebut, perusahaan jasa manufaktur kosmetik (maklun) PT Mash Moshem Indonesia yang berpusat di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, berkomitmen memfasilitasi para pengusaha muda dan content creator daerah untuk membangun merek kosmetik mereka sendiri.


CEO PT Mash Moshem Indonesia, Scorpi Filia, mengungkapkan bahwa tren bisnis kecantikan dalam 3 hingga 5 tahun terakhir sangat konsisten mengalami kenaikan. Menurutnya, potensi produk kecantikan tidak hanya bertahan pada perawatan kulit (skincare) dasar, tetapi juga merambah ke berbagai lini baru.


"Industri kosmetik ini sangat sustain dan punya kecenderungan naik terus, baik di pasar domestik maupun global. Peluangnya masih terbuka luas, tidak hanya skincare dan bodycare, tapi juga produk baby & kids, hingga produk perawatan pria (men’s care)," ujar Scorpi Filia saat ditemui di Tulungagung.



Membaca Tren Industri Kecantikan 2026


Memasuki tahun 2026, Scorpi menjelaskan ada beberapa kategori produk yang diprediksi akan menjadi hits dan banyak digandrungi masyarakat, antara lain:


Fine Fragrance & Men’s Care: Melonjaknya tren parfum lokal niche serta produk perawatan khusus pria (grooming).


Sport & Wellness Cosmetics: Formulasi khusus tahan keringat (outdoor-ready) dengan perlindungan aktif (seperti sunscreen ber-SPF) seiring menjamurnya gaya hidup aktif dan olahraga.


Neurocosmetics & Longevity: Kosmetik yang menghubungkan aroma dan tekstur untuk ketenangan emosional serta pencegahan penuaan dini pada tingkat selular.


Baby, Kids & Mom Products: Pertumbuhan pesat produk perawatan ibu hamil, bayi, dan anak dengan standar hypoallergenic dan ultra-gentle.


Produk Dekoratif & Mencerahkan: Produk make-up dekoratif serta skincare whitening yang tetap menjadi favorit konsumen lokal.


Mendorong UMKM dan Konten Kreator Jadi Pemilik Merek


Sebagai perusahaan maklun yang beroperasi di Tulungagung, Mash Moshem Indonesia ingin merangkul potensi lokal agar masyarakat daerah tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan pemain utama sebagai pengusaha kecantikan (beautypreneur).


Guna mendukung percepatan UMKM dan perintis usaha (startup), Mash Moshem menawarkan program maklun dengan jumlah minimum pemesanan (Minimum Order Quantity / MOQ) yang fleksibel dan terjangkau, mulai dari 100 pieces.


"Untuk perizinan BPOM hingga produksi awal, modalnya sangat terjangkau, di kisaran di atas Rp10 juta sudah bisa rilis produk sendiri dengan modal kecil. Harapan kami, warga lokal tidak hanya jadi penonton, tapi juga bisa punya brand sendiri dan menciptakan legacy," jelas pemilik perusahaan maklun di Rejotangan, Tulungagung ini.


Meski persaingan semakin ketat akibat gempuran produk impor serta beredarnya isu overclaim yang sempat mengguncang kepercayaan konsumen terhadap merek lokal, Scorpi Filia optimistis produsen dalam negeri memiliki keunggulan kompetitif tersendiri.


"Kosmetik lokal itu paling tahu kondisi iklim dan karakter masyarakat kita sendiri. Kompetensi kita di lokal sebenarnya sangat tidak kalah dibanding produk luar," tegasnya.



Lima Bocah SMP Diamankan Polisi Gegara Curi 7 Ekor Ayam


 

Tulungagung - Lima bocah yang masih duduk di bangku kelas VIII SMP diamankan ke Polsek Kedungwaru setelah diduga mencuri tujuh ekor ayam jago di wilayah Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Kelimanya berasal dari Kecamatan Kedungwaru, Kauman, dan Gondang. Saat ini, kasus tersebut diselesaikan melalui mekanisme restorative justice karena seluruh pelaku masih di bawah umur.

Kanit Reskrim Polsek Kedungwaru, Aiptu Cipto Anom, menjelaskan aksi pencurian terungkap setelah pemilik kandang mendengar suara sepeda motor saat mengantar istrinya ke kamar mandi. Ketika dicek, pintu kandang sudah terbuka. Korban kemudian bersama rekannya melakukan pencarian hingga menemukan ayam-ayam tersebut hendak dijual di kawasan timur Patung Polisi Kedungwaru.

"Kelima anak ini masih di bawah umur, rata-rata kelas dua SMP. Karena itu kami memanggil orang tua mereka, mempertemukan dengan korban, memberikan pembinaan, dan proses hukumnya kami upayakan melalui restorative justice atau diversi sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Aiptu Cipto Anom.

Dari hasil pemeriksaan, para bocah mengaku nekat mencuri ayam jago untuk mendapatkan uang yang kemudian digunakan membeli rokok dan nongkrong. Polisi juga mengungkap kelompok ini diduga pernah melakukan aksi serupa di beberapa lokasi lain, meski untuk kejadian di Kedungwaru baru pertama kali mereka beraksi.

Bulog Tulungagung Percepat Distribusi Bantuan Pangan dan Gelontorkan Beras SPHP, Jaga Stabilitas Harga di Pasar


 Tulungagung — Perum BULOG Kantor Cabang Tulungagung terus mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras sekaligus mengoptimalkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan beras tetap aman di wilayah kerja yang meliputi Tulungagung, Blitar Raya, dan Trenggalek.


Pemimpin Cabang Perum BULOG Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga beras. Salah satunya melalui percepatan distribusi bantuan pangan serta penguatan penyaluran beras SPHP ke pasar tradisional, ritel modern, hingga Gerakan Pangan Murah (GPM).


Ia menjelaskan, hingga awal Juni 2026, stok beras nasional yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Sementara itu, khusus Cabang Tulungagung menguasai stok sekitar 85 ribu ton yang dinilai sangat cukup untuk mendukung program bantuan pangan maupun stabilisasi harga di lapangan.


Hingga 8 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di empat wilayah kerja telah mencapai 55,72 persen atau sekitar 260 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari target 465 ribu PBP. Untuk wilayah Tulungagung sendiri, penyaluran telah menyentuh sekitar 85 ribu PBP dari target 150 ribu PBP dan ditargetkan rampung 100 persen sebelum akhir Juni 2026.


Selain itu, Bulog juga terus menggencarkan distribusi beras SPHP melalui berbagai kanal resmi agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau. Pemerintah menilai kombinasi antara bantuan pangan dan SPHP ini efektif menjaga keseimbangan pasokan serta meredam tekanan harga di tingkat konsumen.


“Stok beras sangat mencukupi dan masyarakat tidak perlu khawatir. Kami akan terus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga beras tetap terjaga,” tegas Yonas.

Operasi Patuh 2026, Polisi Intensifkan Penindakan Pelanggaran Melalui Kamera ETLE

 


Beritatulungagung - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur bersama jajaran wilayah akan menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak pada 8–21 Juni 2026. Operasi ini menjadi langkah penegakan hukum sekaligus edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas di jalan raya.


Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik N, mengatakan Operasi Patuh 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya preventif dan persuasif. Penerapan sistem tilang elektronik (ETLE) menjadi dominasi dengan porsi 60 persen, disusul tilang manual 30 persen, serta teguran simpatik 10 persen kepada pelanggar.


"Nanti kami akan memaksimalkan penindakan pelanggaran terutama yang kasat mata. Penindakannya nanti lebih banyak pakai ETLE, baik itu statis, mobile maupun handheld," kata AKP Mohammad Taufik, Sabtu (6/6/2026). 


Sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran utama di antaranya penggunaan pelat nomor tidak sesuai aturan atau dimodifikasi, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm SNI atau sabuk keselamatan, hingga pelanggaran batas kecepatan dan pengendara di bawah umur tanpa SIM.


Melalui operasi ini, kepolisian berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas yang lebih kuat di masyarakat. Keselamatan di jalan diharapkan menjadi kesadaran bersama demi menekan angka kecelakaan dan mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.


"Masyarakat para pengguna jalan kami imbau untuk tertib dan mematuhi aturan lalu lintas. Operasi ini tujuan utamanya adalah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas," ujarnya. 

Peristiwa

Wisata

Tulungagungan

Tulungagungan