Headline News

Puluhan Dusun di Tulungagung Rawan Kekeringan Ekstrem

  Tulungagung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemara...

Kabar Anyar

Puluhan Dusun di Tulungagung Rawan Kekeringan Ekstrem

 


Tulungagung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan pada tahun 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan armada distribusi air bersih serta puluhan tandon air yang siap ditempatkan di wilayah terdampak.


Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan pihaknya telah mendapat arahan dari Bupati Tulungagung agar kesiapsiagaan dilakukan sejak dini. BPBD telah menyiapkan skema dropping air bersih apabila masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.


"Untuk kekeringan memang kita dari BPBD sudah sesuai perintah Pak Bupati harus siap dari awal. Khususnya untuk dropping air dan tandon apabila warga membutuhkan," ujar Sudarmaji.


BPBD menyiapkan sekitar 50 unit tandon berkapasitas 1.200 liter. Distribusi bantuan akan dilakukan berdasarkan laporan dan surat permohonan dari pemerintah desa yang wilayahnya mengalami kekeringan.


Menurut Sudarmaji, hingga saat ini belum ada pengajuan bantuan air bersih dari desa-desa. Namun BPBD terus memantau perkembangan kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun desa.


Selain kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, BPBD juga menyiapkan peralatan penanganan bencana lain yang berpotensi terjadi pada musim kemarau maupun peralihan musim, seperti tanah longsor. Sejumlah peralatan dan material, termasuk bronjong, telah disiapkan untuk penanganan darurat.


Berdasarkan data BPBD Tulungagung tahun 2026, terdapat sedikitnya 20 dusun di sejumlah kecamatan yang masuk dalam peta potensi kekeringan. Wilayah tersebut tersebar di Kecamatan Kalidawir, Besuki, Pucanglaban, Campurdarat, Rejotangan, Tanggunggunung, Bandung, Pagerwojo, hingga Gondang.


Beberapa wilayah yang masuk kategori sangat kering (K2) antara lain Dusun Dawung dan Darungan di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir; Dusun Kasrepan di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban; serta empat dusun di Desa Kresikan, Kecamatan Tanggunggunung yakni Kaliwungu, Kembangan, Ngesah, dan Tumpak Kambil. Selain itu, Dusun Pakisrejo dan Jinggring di Desa Pakisrejo serta Dusun Bakalan dan Ngayem di Desa Tenggarejo juga masuk kategori sangat kering.


Sementara wilayah kategori kering (K1) tersebar di Dusun Joho, Kecamatan Kalidawir; Dusun Besuki di Kecamatan Besuki; Dusun Popoh dan Soireng di Kecamatan Besuki; sejumlah dusun di Kecamatan Pucanglaban, Campurdarat, Rejotangan, Bandung, Pagerwojo, hingga Gondang. Sedangkan kategori kering ekstrem (K3) pada pemetaan tahun ini belum tercatat.


Sebagian besar wilayah rawan kekeringan berada di kawasan perbukitan dan pegunungan, khususnya Kecamatan Sendang, Pagerwojo, Pucanglaban, Tanggunggunung, dan sebagian wilayah selatan Tulungagung. Sudarmaji menjelaskan, sejumlah sumur bantuan yang sebelumnya dibangun oleh berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, masih berfungsi dengan baik sehingga diharapkan mampu mengurangi kebutuhan dropping air bersih.


"Kami masih menunggu laporan dari desa dan kecamatan. Sampai saat ini bantuan sumur yang sudah dibangun masih berfungsi. Nanti kalau ada wilayah yang mengalami kekeringan dan membutuhkan suplai air, BPBD siap melakukan pengiriman," pungkasnya.

Tuntut Kesetaraan Status dan Kesejahteraan, Ratusan Guru Swasta Tulungagung Bertolak ke DPR RI


Tulungagung – Ratusan guru yang tergabung dalam Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PD PGSI) Kabupaten Tulungagung bersiap bertolak menuju Gedung DPR RI di Jakarta. Aksi yang dikemas sebagai agenda silaturahim nasional ini bertujuan untuk menyuarakan aspirasi terkait kesetaraan nasib, status, dan kesejahteraan guru swasta.


Ketua PD PGSI Tulungagung, Nur Qomarudin, mengungkapkan bahwa selama ini terdapat mispersepsi dan dikotomi yang kuat di dalam regulasi kedinasan. Guru honorer sering kali hanya diidentikkan dengan mereka yang mengabdi di sekolah negeri. Sementara itu, guru-guru yang mengajar di bawah yayasan, sekolah swasta, maupun madrasah swasta seolah dikesampingkan.


"Kami mengagendakan agar dalam amandemen undang-undang nanti, pengelolaan guru bisa berada dalam satu komando, satu manajemen, dan satu sistem, yaitu Guru Indonesia. Tidak ada lagi dikotomi antara guru negeri, swasta, honorer, maupun yayasan," ujar Nur Qomarudin saat ditemui sebelum keberangkatan.


Soroti Diskriminasi Jalur Pengangkatan ASN


Nur Qomarudin menilai, sistem rekrutmen ASN (termasuk P3K) saat ini masih belum berpihak secara adil kepada guru swasta. Guru di sekolah negeri bisa mendapatkan afirmasi atau kemudahan melalui basis data (database) yang ada. Sebaliknya, guru swasta yang bahkan sudah mengabdi selama puluhan tahun tetap harus bertarung melalui jalur umum.


"Guru-guru yang sudah sepuh (tua) dan berpengalaman 20 hingga 25 tahun harus bersaing di jalur umum melawan lulusan baru yang masih muda. Dari sisi akademik tertulis tentu berbeda, padahal dari segi pengalaman mengajar di lembaga, guru-guru senior ini jauh lebih unggul. Di sinilah kami menuntut adanya kesetaraan," tegasnya.


Selain masalah regulasi ASN, PGSI juga menyoroti rumitnya pengelompokan guru saat ini yang dinilai rancu. Mulai dari status guru *non-sertifikasi*, *sertifikasi non-inpassing*, hingga *sertifikasi inpassing* yang hanya menyetarakan golongan tanpa memberikan tunjangan penuh. PGSI mendesak pemerintah agar mempermudah akses sertifikasi bagi guru yang belum terdaftar sebagai langkah awal perbaikan kesejahteraan.


Luruskan Wacana Penghapusan Honorer 2027


Ketika disinggung mengenai isu penghapusan guru honorer pada tahun 2027, Nur Qomarudin mencoba meluruskan kekhawatiran yang berkembang di masyarakat. Berdasarkan informasi yang ia pelajari dari rilis Kemenpan RB dan Dirjen terkait, target tahun 2027 bukan berarti mendepak para guru honorer yang ada.


"Sepemahaman kami, maksudnya adalah menargetkan agar pada tahun 2027 status guru honorer itu sudah habis karena semuanya sudah diangkat (menjadi ASN/P3K). Bukan ditendang keluar, terutama bagi mereka yang memang sudah masuk ke dalam database Dapodik atau Simpatika," jelasnya.


Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa jumlah guru honorer di Tulungagung baik di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun Kemenag yang belum masuk Dapodik atau Simpatika masih sangat banyak. Hal ini pula yang menjadi salah satu poin perjuangan mereka di tingkat pusat.


Sembilan Organisasi Profesi Siap Kepung Jakarta


Keberangkatan massa dari Tulungagung ini diperkirakan membawa sekitar 110 peserta dengan menggunakan armada dua bus, yang mana koordinasinya telah dilaporkan ke Polres setempat.


Aksi yang rencananya digelar pada tanggal 20 Mei ini tidak hanya diikuti oleh PGSI. Nur Qomarudin menyebut ada sekitar 9 organisasi profesi guru sejenis—seperti PGMM dan FGSNI—yang akan melebur bersama di Jakarta untuk menyuarakan tuntutan yang sama. Sementara itu, organisasi PGRI dipastikan tidak ikut dalam koalisi aksi kali ini.

Yonif TP/886 Panjalu Jayati Tulungagung Targetkan Pembangunan Markas Rampung Akhir 2026


 Tulungagung – Satuan baru jajaran TNI Angkatan Darat, Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) 886 Panjalu Jayati, terus dikebut proses pembangunannya di wilayah Pucanglaban, Tulungagung. Satuan unik ini diproyeksikan tidak hanya sebagai kekuatan tempur, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat di pesisir selatan Jawa Timur.


Komandan Yonif TP/886 Panjalu Jayati, Mayor Inf Mohammad Isa, mengungkapkan bahwa saat ini progres fisik pembangunan markas telah mencapai 7 persen. Pihaknya menargetkan seluruh fasilitas dapat terwujud 100 persen pada Desember 2026 mendatang. Saat ini, pembangunan difokuskan pada infrastruktur dasar seperti rumah jaga, markas batalyon, barak prajurit, kantor kompi, hingga perumahan.


"Pendirian batalyon di sini bertujuan untuk menggelar kekuatan Angkatan Darat, mengingat wilayah selatan Jawa Timur masih sangat sedikit satuan infanteri yang meng-cover daerah tersebut," ujar Mayor Inf Mohammad Isa saat memberikan keterangan di area marshaling, Manding.


Miliki Empat Kompi Produksi Khusus

Berbeda dengan batalyon infanteri pada umumnya, Yonif TP/886 memiliki keunggulan dengan adanya empat kompi produksi tambahan di luar kompi tempur standar. Keempatnya meliputi kompi peternakan, pertanian, seni konstruksi, dan kesehatan. Kehadiran kompi-kompi ini merupakan bagian dari program Presiden untuk membantu memperkuat perekonomian lokal.


Batalyon yang berdiri di atas lahan seluas 60 hektar di Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung (dari total cadangan lahan AD seluas 1.200 hektar). Saat ini, Yonif TP/886 telah diperkuat oleh 651 personel yang terdiri dari perwira, bintara, dan tamtama, atau sekitar 60 persen dari total target kapasitas personel (TOP) sebanyak 1.190 orang. Kehadiran satuan ini diharapkan menjadi angin segar bagi keamanan dan kemajuan ekonomi masyarakat di Tulungagung selatan.


#beritatulungagung #tulungagung 

Toko Dibobol Maling, Rp 100 Juta Lenyap

 

Tulungagung - Dugaan pencurian uang tunai sebesar Rp100 juta terjadi di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Kamis (26/02/2026) pagi. Kasus ini kini ditangani Unit Reskrim Polsek Boyolangu, Polres Tulungagung.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 06.30 WIB, saat korban hendak membuka tokonya. Korban mendapati meja kasir sudah bergeser dan laci dalam kondisi terbuka.

Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan setelah dicek, uang tunai yang sebelumnya disimpan di dalam laci kasir telah raib. “Korban mendapati uang tunai yang disimpan di laci kasir hilang. Total kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa meja laci kasir dan sebuah linggis kecil yang diduga digunakan pelaku untuk membongkar tempat penyimpanan uang. Polisi menduga kasus ini merupakan pencurian dengan pemberatan karena ada unsur perusakan.

“Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Kami juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan,” pungkas Iptu Nanang Murdiyanto

Sementara itu dari rekaman CCTV, pelaku masuk ke toko pukul 00.37 WIB. Pelaku langsung mengarah ke kasir dan menguras uang tunai Rp100 juta yang tersimpan di laci. 

foto istimewa

#beritatulungagung #tulungagung 

Peristiwa

Wisata

Tulungagungan

Tulungagungan